RELIGIOSITAS RUMAH KEHIDUPAN : “KEYAKINAN YANG TER-KAMAR MANDI”

Dalam dualitas kehidupan, manusia menghadapi kelahiran-kematian, kegembiraan-kesedihan, keterpurukan-kejayaan, dan dualitas-dualitas lainnya yang merupakan bagian yang tak pernah absent dari kehidupan dunia.

Keberpihakan Sang Pencipta kehidupan terhadap makhluk bernama manusia memberikan peluang yang luas bagi manusia untuk mengeksplorasi alam pikirannya dalam menjangkau sendi-sendi duniawi.

Masa demi masa menjadi bagian yang penting bagi eksistensi manusia dengan pengevolusian yang terkadang sangat cepat atau bahkan terlalu cepat sehingga poin-poin yang memberikan intisari dalam hidup menjadi terpinggirkan.

Dari proses yang amat panjang kehidupan manusia, maka muncullah suatu norma-norma religi yang senantiasa mendampingi manusia dalam menyikapi proses evolusi yang terus menerus berlanjut.

Penganalogian suatu keyakinan akan agama maupun kepercayaan pada sebuah rumah yang ideal menjadi penterjemahan akan judul Religiositas Rumah Kehidupan : “Keyakinan Yang Ter-Kamar Mandi”

Rumah yang ideal layaknya memiliki ruang tamu, ruang istirahat, ruang keluarga, ruang bekerja, kamar mandi dan lain-lain yang mungkin dibutuhkan sesuai dengan perspektif insan manusia. Ruang-ruang tersebut mewakili kehidupan duniawi manusia.

Kegigihan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dilakukan pada ruang bekerja peng-kalkulasi-an dalam rumah kehidupan.

Keinginan untuk meningkatkan pergaulan dan menambah relasi sosial cenderung dilakukan di ruang tamu dalam rumah kehidupan.

Upaya untuk melakukan relaksasi dilakukan di tempat yang nyaman, sejuk, jauh dari kebisingan tidak lain tempat istirahat dalam berbagai rupa. Kemudian ruang-ruang sekunder lainnya mengikuti angan para penikmat rumah kehidupan.

Dengan perspektif rumah kehidupan, kamar mandi menjadi ruang primer yang berintegrasi dengan keyakinan. Terbalut dengan sejumlah sekat dengan berbagai bahan, berusaha melindungi, menutupi setiap rongga duniawi yang berkehendak menerobos masuk ke dalamnya.

Dalam rumah yang nyata, ruang-ruang yang ada menjadi bagian dari refleksi keseharian penghuninya. Dalam mengkoordinasikan satu ruang dengan ruang lainnya tentu terkait dengan  status dan seberapa pantaskah ruang tersebut.

Terkadang dalam suatu rumah hanya terdapat satu kamar dan dapur dengan kamar mandi di pekarangan belakang rumah; terkadang dalam suatu rumah hanya terdapat satu ruangan dan kamar mandi; terkadang satu rumah hanya memiliki satu ruangan dimana makan, istirahat, bekerja, mengolah suatu masakan menjadi satu bagian aktifitas yang tak jarang kita temui.

Namun lain halnya dengan kamar mandi, sesuatu hal yang cukup kontradiktif dipahami bahwa kamar mandi yang mendapat predikat “kotor”, dalam kacamata rumah kehidupan kamar mandi menjadi tempat yang memberikan kontribusi besar dalam mengkoordinasikan ruang-ruang yang ada di dalam rumah tersebut.

Berbeda dengan ruang-ruang lain, kamar mandi lazimnya tidak dilebur dengan ruang lainnya, meskipun sempit atau lebar lahannya ataupun bertingkat-tingkat rumah tersebut dididirikan, dan tidak mengenal batasan taraf hidup penghuninya. Kamar mandi tetap menjadi bagian yang tersendiri, terpisah walaupun hanya dengan sehelai kain, plastik, triplek, atau bahkan tembok.

Dalam rumah kehidupan, manusia berusaha mempertahankan diri dengan memperkuat kesejahteraan (ekonomi), relasi, serta khayalan-khayalan duniawi. Saat bekerja, manusia berusaha bagaimana memperoleh keuntungan sebagai daya untuk mempertahankan hidup, yang secara simultan memacu andrenalin untuk terus dan terus membuat strategi dalam pencapaiannya. Relasi yang dipupuk dalam pergaulan secara logis dipergunakan untuk mempertahankan eksistensi manusia yang merasa patut untuk dihargai dan dihormati. Ruang-ruang lainnya pun ikut bersinergi dengan khayalan dan  ambisi sang penghuni.

Dengan demikian kamar mandi rumah kehidupan selayaknya menjadi pembuka dan penutup dalam perjalanan manusia sehari, esok, lusa, dan seterusnya sampai manusia meninggalkan rumah duniawi.

2008/nano

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: